WhatsApp Image 2021-07-19 at 14.29.13

Penyaluran Hewan Qurban Oleh Yayasan Sejahtera Lahir Bathin

Hari Raya Qurban atau dikenal dengan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Idul Adha juga merupakan puncaknya ibadah Haji, bagi yang sudah mampu menjalankannya.

Sedangkan mengenai hukum melaksanakan qurban itu sendiri, beberapa ulama mengatakan sunnah muakad (sunnah yang dianjurkan) bagi orang yang mampu. Namun, kesunahan berqurban juga dijelaskan pada Quran surah Al-Kautsar ayat 2, yang berbunyi: “Fa ṣalli lirabbika wan-ḥar” Artinya: maka dirikanlah shalat karena Allah dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar:2).

Alhamdulilah pada hari ini tanggal 19 Juli 2021, dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 Yayasan Sejahtera Lahir Bathin telah menyalurkan hewan qurban berupa hewan Sapi untuk wilayah Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat.

Penyerahan Hawan Qurban Sapi di Wilayah Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat

Semoga para donatur yang telah memberikan amanahnya kepada Yayasan Sejahtera Lahir Bathin mendapatkan balasan rezeki dan kesehatan dari Allah SWT, aamiin ya rabbal alamin.

Untuk Ikhwan dan pembaca yang ingin menyalurkan bantuan atau memberikan infaq dan sodaqoh dapat melalui :

Rek BRI Cabang Cimahi a/n Yayasan Sejahtera Lahir Bathin

no. Rek. 0137-01-000983-56-8 atau KLIK DISINI

WhatsApp Image 2021-05-10 at 16.56.18

Penyaluran zakat, infak dan sodaqoh Yayasan SLB di Lebak Banten

Alhamdulillah, dalam rangka bulan Suci Ramadhan 1442 H Yayasan Sejahtera Lahir Bathin membagikan zakat, infak, dan sodaqoh dari ikhwan-ikhwan yang telah menitipkan amanahnya kepada kami.

Kali ini pembagian zakat, infaq, dan sodaqoh disalurkan di daerah Lebak Banten tepatnya di lingkungan majelis Al-Amin Kp. Tapos, Desa Leuwi Ipuh, Kec. Banjarsari, Kab. Lebak – Banten.

Telah tersalurkan 1000 paket lebaran dan uang tunai untuk kaum dhuafa dan anak yatim. Terima kasih kepada para ikhwan dan donatur yang telah menitipkan amanahnya kepada kami.

Untuk Ikhwan dan pembaca yang ingin menyalurkan bantuan dapat melalui :

Rek BRI Cabang Cimahi a/n Yayasan Sejahtera Lahir Bathin

no. Rek. 0137-01-000983-56-8

IMG20210302105205.jpg

Penyerahan Sertifikat Pelatihan Bekam Untuk Para Ikhwan

Alhamdulillah pada tanggal 14 Maret 2021 telah di berikan berupa sertifikat dan alat praktek bekam untuk para ikhwan yang telah mengikuti pelatihan Bekam.

Pelatihan bekam ini di adakan oleh Yayasan Sejahtera Lahir Bathin secara Gratis untuk para ikhwan.

Penyerahan sertifikat berserta kelengkapan alat bekam di berikan oleh Bpk Asep Yusuf Tajiri sebagai ketua Yayasan Sejahtera Lahir Bathin dan didampingi oleh Ibu Ema Royana sebagai penggurus Yayasan Sejahtera Lahir Bathin.

Di masa pandemi ini semoga dapat membantu para ikhwan yang telah mengikuti pelatihan membuka praktek dimasing-masing tempat tinggalnya.

Penyerahan Sertifikat Pelatihan berserta alat terapi bekam kepada Ust. Ena Zaenudin Assyafii

Penyerahan Sertifikat Pelatihan berserta alat terapi bekam kepada Jajang Nurjaman

Penyerahan Sertifikat Pelatihan berserta alat terapi bekam kepada Dedi Lukman Zein

Penyerahan Sertifikat Pelatihan berserta alat terapi bekam kepada Ust. Odik

Dengan ada nya kegiatan ini semoga dapat membantu para ikhwan untuk membuka praktik usaha. Semoga kedepannya kami akan dapat lebih sering melakukan pelatihan tidak hanya Pelatiahan bekam, mungkin kedepannya bisa berbagai macam pelatihan keterampilan lainnya.

Terima kasih kepada para ikhwan yang telah menggikuti pelatiahan Terapi Bekam yang dilaksanakan oleh Yayasan Sejahtera Lahir Bathin.

Terima kasih kepada para Donatur Tetap atas terselengaranya pelatihan ini :

  1. PT Niaga Artha Chemcons – Bekasi
  2. PT Alpha Tunas Mandiri – Bekasi
  3. Bapak Ir. Solehudin – Jakarta
  4. PT Gonet Media Nusantara – Bogor
  5. Bapak Dede Wahyudi, ST – Cirebon
  6. Ibu Hj Nani Wijaya Kusuma, Yogyakarta
  7. Ibu Yeni Lia Susanti – Banten
  8. Teguh Ryanto – Karawang
  9. Bapak Tarnedi – Sukabumi
  10. Ibu S. Mahardini – Bekasi

Dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga selalu diberikan kelancaran rejeki, al-fatihah.

Untuk Ikhwan dan pembaca yang ingin berinfak dan bergabung dalam program ini salurkan melalui :

Rek BRI Cabang Cimahi a/n Yayasan Sejahtera Lahir Bathin

no. Rek. 0137-01-000983-56-8

pelatihan bekam gratis

Pelatihan Bekam

Dalam rangka meningkatkan sumber daya ihkwan / akhwat Toriqoh qodoriyah wa naqsabandiyah di wilayah Cipatat, Yayasan Sejahtera Lahir Bathin kembali menyelenggarakan pelatihan Bekam bagi para ikhwan dan akhwat yang berada di wilayah Cipatat. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Yayasan dan tidak di pungut biaya apapun.

Pelatihan bekam di bimbing oleh Ibu Imas Julaeha (Kegiatan dilakukan sesuai dengan Protokol Kesehatan)

Kegiatan ini diharapkan peserta memperoleh ilmu bagaimana menjadi therapis bekam yang baik sesuai sunnah serta dengan mendapatkan keterampilan dan ilmu bekam ini ikhwan/akhwat bisa membantu dari segi kesehatan untuk sesama baik dilingkungan keluarga atau masyarakat pada umumnya.

Pelatihan Bekam keII ini diselenggarakan dipenghujung tahun 2020 tepatnya 26 Desember sampai 29 Desember 2020 yang diikuti oleh 4 orang peserta ihkwan TQN Suryalaya wilayah Cipatat diantaranya adalah :

1. Bapak Ena Zaenudin Assyafii yang beralamat kp. Babakan Cikuray RT. 003/ 013 Nanggeleng Cipeundeuy.

2. Bapak Dedi Lukman Zein yang beralamat Kp. Cileat RT. 001/012 Desa Ciptaharja Kec. cipatat.

3. Bapak Jajang Nurjaman yang beralamat Kp. Cikalapa Cioray RT.002/026 Rajamandala Kulon Cipatat.

4. Bapak Odik Cahya yang beralamat Kp. Talun RT. 002/008 Desa Ciltaharja Kec. Cipatat.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini semoga ikhwan dapat membuat membantu sesama.

Endang Nahri bin Nindi Atmaja

Berita Duka Ikhwan

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
Innalillahi Wainna Ilaihi Rooji’uun. Telah berpulang kerahmatullah, Bapak Endang Nahri bin Nindi Atmaja. Pada Hari Kamis Tanggal 02 Juli 2020 pada usia 70 tahun.

Alm Endang Nahri bin Nindi Atmaja.

Beliau merupakan Ikhwan TQN Suryalaya yang beralamat di Rajamandala, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat.

santunan
Pemberian santunan oleh Yayasan Sejahtera Lahir Bathin yang diwakili Oleh Ibu Ema Royana Sebagai Pengurus Yayasan kepada keluarga yang ditinggalkan

Adapun pemberian santunan diberikan pada tanggal 08 Juli 2020 sebesar Rp 1.000.000,- kepada keluarga Alm Endang Nahri bin Nindi Atmaja di kediamannya.

Semoga Almarhum diterima Allah SWT dan diampuni dosa2nya serta yg ditinggal diberi kekuatan, kesabaran & keikhlasan. Aamiin yaa Rabbal’aalamin. Al-fatihah
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

Untuk Ikhwan dan pembaca yang ingin berinfak dan bergabung dalam program ini salurkan melalui Rek BRI Cabang Cimahi a/n Yayasan Sejahtera Lahir Bathin no. Rek. 0137-01-000983-56-8

SYEKH ABDUL KHADIR ALJAELANI

Syekh Abdul Qodir Jailani diminta memberikan buah apel oleh Raja Baghdad disaat sedang tidak musimnya

Dikisahkan, pada suatu hari raja Baghdad datang berkunjung kerumah Syekh Abdul Qodir dengan maksud meminta karomah beliau untuk ketentraman hatinya. 

Syekh berkata: “Kiranya apa saja yang perlu saya bantu ?”. 

Dijawab oleh sang raja, “Saya minta buah apel”. Sedangkan pada waktu itu, buah apel belum musimnya berbuah. Lalu tangan beliau diangkat ke atas, pada waktu diturunkan kembali tangannya menggenggam buah apel, yang sebuah diberikan kepada raja, dan yang sebelah lagi dibelah oleh beliau sendiri.

Pada waktu sang raja membelah dan mengupas apel ternyata di dalamnya penuh dengan ulat-ulat (belatung) yang menjijikan. 

Lalu raja bertanya, “Mengapa buah apel ini penuh dengan belatung ?”, Syekh menjawab “Yah, karena buah itu telah dipegang oleh tangan kotor kedurhakaan”. 

Dibacanya Istigfar oleh Raja setelah kejadian itu, kemudian beliau bertobat dan beliau menjadi mitra Syaikh sampai akhir hayatnya.

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

alloohhummansyur ‘alaihhi rohmataw waridlwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan.

Begitulah kisahnya.

SYEKH ABDUL KHADIR ALJAELANI

Ahlak dan Budi Pekerti Syaikh Abdul Qodir Jaelani

Pribadi Syekh Abdul Qodir Jaelani sangat taqwa disebabkan sangat takutnya kepada Alloh, hatinya luluh, air matanya bercucuran.

Do’a permohonannya diterima Alloh. Beliau seorang dermawan berjiwa sosial, jauh dari perilaku buruk dan selalu dekat dengan kebaikan. Berani dan kokoh dalam mempertahankan haq, selalu gigih dan tegar dalam menghadapi kemungkaran.

Beliau pantang sekali menolak orang yang meminta-minta, walau yang diminta pakaian yang sedang beliau pakai. Sifat dan watak beliau tidak marah karena hawa nafsu, tidak memberi pertolongan kalau bukan karena Alloh.


Beliau diwarisi akhlaq Nabi Muhammad SAW., ketampanan wajahnya setampan Nabi Yusuf a.s. Benarnya (shiddiqnya) dalam segala hal sama dengan benarnya Sayidina Abu Bakar r.a. Adilnya, sama dengan keadilan Sayidina Umar bin Khottob r.a. Hilimnya dan kesabarannya adalah hilimya Sayidina Utsman bin Affan r.a.

Kegagahan dan keberaniannya, berwatak keberanian Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromallohu wajhah.

***

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

alloohhummansyur ‘alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan.Demikian kami tulis

SYEKH ABDUL KHADIR ALJAELANI

Syekh Abdul Qodir Al Jaelani Menyelamatkan Muridnya Dari Api Dunia Dan Akhirat

Syekh Miyan Udhmatulloh dari golongan Imam Ulama Arifin berkata: “Di negeriku Burhaniyun, saya bertetangga dengan seorang kaya. Ia beragama Hindu penyembah api (agni), namun ia sangat rindu cinta kepada Syekh Abdul Qodir.

Setiap tahun diundang para pejabat pemerintah, para ulama, dan tidak terkecuali para fakir miskin untuk berpesta bersuka ria, makan bersama di rumahnya. Untuk lebih semarak lagi, rumahnya dihiasi dengan dekorasi yang beraneka ragam wama keindahannya, ditaburi dengan bunga-bunga yang harum semerbak serta minyak yang harum mewangi. Tujuan diadakan pesta itu semata-mata terdorong rasa cinta mahabah kepada Syekh, malah ia merasa bangga mengaku menjadi muridnya.

Rupanya ajal telah tiba baginya, dan setiap jiwa harus merasakan mati. Pada waktu mati, keluarganya merawat mayat itu sesuai dengan keyakinannya, yaitu tata cara agama Hindu, si mayat harus dibakar. Timbul keanehan, di luar kebiasaan sosok mayat itu tidak hangus terbakar menjadi abu, bahkan sehelai rambutpun tidak lenyap dimakan api. Akhirnya keluarganya sepakat bahwa mayat itu lebih baik dihanyutkan ke sungai.

Menghadapi kejadian ini, di negeri tersebut berdiam seorang wali. Pada malam harinya ia bermimpi dikunjungi Syekh. Beliau berpesan: “Mayat orang Hindu yang te·rapung-apung dihanyutkan air itu ialah muridku, dan ia telah diberi nama Sa‘dulIah, supaya ia segera diangkat dari sungai dan dikubur sebagaimana mestinya menurut kewajiban dan ketentuan agama Islam, karena ia seorang muslim.

Mengapa sosok mayat itu tidak lenyap dimakan api sehingga api tidak mempan untuk membakarnya? Hal ini tiada lain karena Alloh telah berjanji padaku bahwa Alloh tidak akan membakar murid-muridku baik dari api dunia maupun api neraka.

SYEKH ABDUL KHADIR ALJAELANI

Pakaian Syaikh Abdul Qodir Jailani, serta ujian kepada Beliau



Pakaian Syekh Abdul Qodir yaitu jubah dari bulu domba yang kasar, dikepala beliau dililitkan sebuah kain. Di kala beliau berjalan walaupun jalan yang dilaluinya banyak durinya, beliau jarang beralas kaki, tidak memakai terompah apalagi sepatu.

Makanannya cukup hanya makan buah-buahan dan dedaunan. Dan kebiasaan beliau, tidak tidur dan tidak minum air kecuali hanya sedikit saja, dan pernah dalam waktu yang lama, beliau tidak makan, kemudian beliau berjumpa dengan seseorang yang memberikan sebuah pundi-pundi berisikan sejumlah uang dirham. Sebagai pemberian hormat kepada pemberinya, beliau mengambil sebagian uang tadi untuk membeli roti dan bubur, kemudian duduklah beliau untuk memakannya. Tiba-tiba ada sepucuk surat yang tertulis demikian :

انما جعلت الشهوات لضعفاء عبادي ليستعينوا بها على الطاعة واما الاقوياء فما لهم الشهوات ‏

INNAMAA JU’ILATIS SYAHAWAATU LIDHU’AFAA’I ‘IBAADII LIYASTA’IINUU BIHAA ‘ALAT-THO’AATI, WA AMMAL AQWIYAA’U FAMAA LAHUMUS-SYAHAWAATU

(Sesungguhnya syahwat-syahwat itu adalah untuk hamba-hambaKU yang lemah, untuk menunjang berbuat tho’at. Adapun orang-orang yang kuat itu seharusnya tidak punya syahwat keinginan).

Maka setelah membaca surat tersebut beliau tidak jadi makan. Kemudian beliau mengambial saputangannya, terus meninggalkan makan roti dan bubur tadi. Lalu beliau menghadap qiblat serta sholat dua roka’at. Setelah sholat, beliau mengerti bahwa dirinya masih diberi pertolongan oleh Alloh SWT. Dan hal itu merupakan ujian bagi beliau. 

***

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

alloohhummansyur ‘alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan

(Baca juga : Pertama kalinya Syaikh Abdul Qodir Jaelani ceramah dihadapa para Ulama Baghdad )

SYEKH ABDUL KHADIR ALJAELANI

Setiap malam, waktu beliau digunakan untuk sholat dan dzikir

Syekh Abu Abdillah Muhammad al-Hirowi meriwayatkan bahwa :”Saya berkhidmat menjadi mitra dan mendampingi Syekh Abdul Qodir selama empat puluh tahun lamanya. Selama itu saya (Syekh Abu Abdillah) menyaksikan beliau bila sholat Shubuh hanya dicukupkan dengan wudhu ‘Isya, artinya beliau tidak bathal wudhu.

Seusai sholat lalu Syekh masuk kamar menyendiri sampai waktu sholat Shubuh. Para pejabat pemerintah banyak yang datang untuk bersilaturrahmi, tapi kalau datangnya malam hari tidak bisa bertemu dengan beliau terpaksa mereka harus menunggu sampai waktu Shubuh.

Pada suatu malam saya mendampingi beliau, sekejap matapun saya tidak tidur, saya menyaksikan sejak sore hari beliau melaksanakan sholat dan pada malam harinya dilanjutkan dengan zikir, lewat sepertiga malam lalu beliau membaca : 

ALMUHIITHUR ROBBUSY SYAHIIDUL HASIIBUL FA’AALUL KHOLLAAQUL KHOOLIQUL BAARI`UL MUSHOWWIR.

Tampak badannya bertambah kecil sampai mengecil lagi, lalu badannya berubah menjadi besar dan bertambah besar, lalu naik tinggi ke atas meninggi bertambah tinggi lagi, sampai tidak tampak dari pemandangan. Sejurus kemudian beliau muncul lagi berdiri melakukan sholat dan pada waktu sujud sangat lama sekali. 

Demikianlah beliau mendirikan sholat semalam suntuk, dari dua pertiga malam harinya, lalu beliau menghadap qiblat sambil membaca do’a.

Tiba-tiba terpancarlah sinar cahaya menyoroti arah beliau dan badannya diliputi sinar cahaya dan tidak henti-hentinya terdengar suara yang mengucapkan salam sampai terbit fajar.

***

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

alloohhummansyur ‘alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaa