Dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan malaikat Jibril AS

0
749

Diriwayatkan oleh sahabat Nabi yaitu sayidina Umar Bin Khatab ra, pada suatu ketika Nabi sedang berkumpul bersama para sahabat tiba tiba datanglah seorang dengan pakaian yang putih bersih serta rambut yang hitam legam menghampiri Nabi Muhammad SAW kemudian duduk berhadapan sehingga lututnya menempel dengan lutut beliau.

Kemudian seseorang itu bertanya kepada Nabi apa itu Islam lalu beliau menjawab Islam itu adalah membacakan dua kalimah syahadat, melaksanakan sholat, memberikan zakat, melaksanakan puasa di bulan ramadhan serta menjalankan ibadah haji bagi yang mampu. Orang tersebut membenarkan jawaban beliau (Nabi Muhammad SAW)

Kemudian orang itu bertanya lagi kepada beliau tentang apa itu Iman lantas beliau menjawab Iman itu adalah percaya kepada Allah, percaya kepada malaikatNYA, percaya kepada kitab suci yang diturunkanNYA, percaya kepada Rasul rasulNYa, percaya kepada hari kiamat serta percaya terhadap qadha baik maupun buruk lantas untuk kedua kalinya pula orang tersebut membenarkan jawaban Nabi Muhammad SAW.

Lalu orang itu bertanya lagi kepada Nabi Muhammad SAW tentang apa itu ihsan, dijawab oleh beliau bahwa ihsan itu ketika engkau menyembah Allah seolah kita melihatNYA dan jika kami tidak melihatNYA sesungguhnya Allah Maha melihat dan untuk ketiga kalinya orang tersebut membenarkan jawaban beliau lalu orang tersebut pergi meninggalkan Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya.

Setelah kepergian orang tersebut Nabi bertanya kepada para sahabatnya, “apakah kalian mengenali orang tadi ?” Sahabat menjawab ” tidak ya Rasul” kemudian beliau menjelaskan kepada para sahabatnya bahwa orang tersebut adalah Malaikat Jibril AS yang telah memberikan pelajaran tentang agama Islam, iman dan ihsan

Dari dialog tersebut memberikan pelajaran kepada kita semua tentang Islam Iman dan Ihsan

Dimana ketiga hal tersebut merupakan pokok dari ajaran Islam secara keseluruhan yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya untuk menggapai ma’rifat kepada Allah

Dalam hal ini kita bersyukur kepada Allah karena kita sudah dipertemukan dengan guru Mursyid kita yaitu guru kita KH. Ahmad shohibul Wafa Ta’jul Arifin (abah Anom) beliau sudah membekali kita semua dengan ilmu yang bisa kita amalkan sehari hari tentang Islam Iman dan Ihsan

Salah satunya adalah Dzikir kepada Allah baik itu dzikir lisan maupun dzikir yang sudah ditanam dalam hati kita oleh guru Mursyid kita, yang senantiasa bisa kita lakukan disetiap saat disetiap tarikan nafas kita sampai akhir hayat, sesuai perintah Allah dalam al qur’an surat An Nisa ayat 103 yang artinya :

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

( Qur’an An Nisa 103)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here