Manaqib di Pemalang: Mursyid Kita Abah Anom

0
499

Pemalang – Selesai acara di Karawang, Kyai Wahfiudin melanjutkan perjalanan ke Pemalang untuk menghadiri manaqib dan pengajian umum peringatan tahun baru Islam 1440 hijriyah.  “Dari Karawang pukul setengah satu, tiba di pemalang jelang shubuh pukul empat, disambut oleh Ustadz Wahyu Hidayat,” ujar Anis, staf yang mendampingi dalam perjalanan.

Sekitar pukul 09.00 wib, Mudir Aam JATMAN ini menuju lokasi acara di Masjid Baiturrohman di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman. Dalam kajiannya Kyai Wahfi mengupas pengertian tentang qalbu. Menurutnya qalbu mempunyai dua pengertian, qalbu secara fisik dan qalbu secara ruhani.

“Qalbu secara fisik atau jismani adalah jantung. Sedangkan qalbu secara ruhani adalah hati nurani,” tukasnya. “Di dalam qalbu ruhani ada fungsi kesadaran, kecerdasan, ingatan, perasaan, iman maupun iradah. Maka penting bagi kita untuk menjaga kebersihan qalbu agar selalu tercahayai,” lanjut ia menjelaskan.

Saat menjelaskan dinamika yang terjadi selepas wafatnya syaikh mursyid, wakil talqin Abah Anom ini menegaskan jika kemursyidan TQN Suryalaya masih dipegang oleh Abah Anom. “Jika di luar sana ada yang mengaku Mursyid TQN Suryalaya, kita tetap berpegang teguh dengan Abah Anom. Lakukan saja terus amalan yang beliau berikan, Insya Allah kita akan selamat dunia-akhirat,” tegasnya.

Acara ditutup selesai shalat zhuhur dan talqin dzikir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here