Mati itu Kepastian! Husnul Khatimah itu Pilihan Terbaik.

0
200

Tersirat suatu pepatah tua dari Arab yang menarik untuk kita renungkan, “Ilamuu annaddunya daarul balagh wal aakhiraata daarul qaraar”. Artinya, ketahuilah sesungguhnya dunia ini seperti kapal yang menuju pantai, dan negeri akhirat itu adalah negeri yang kekal abadi selamanya.

Maka ambillah bekal! Dari dunia yang fana ini untuk negeri akhirat yang kekal selama-lamanya, dan yang paling baik bekal itu adalah “Taqwalloohi ta’alaa”.

Firman Allah dalam surat Al Hasyr, 59 : 18, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Jelas sekali tersirat dalam ayat tersebut bahwa kita dianjurkan untuk berlaku serius selaku umat muslim untuk mempersiapkan amal-amal sholeh kita untuk besok (yaumil akhir), karena mati itu pasti! Dan hari kiamat itu pasti!

Menurut penelitian para ahli, bahwa diseluruh dunia, setiap detik ada 1,5 orang yang meninggal dengan kata lain dalam 2 detik ada 3 orang meninggal karena berbagai sebab.

Saat anda membaca artikel ini sudah melewati 30 detik berarti sudah ada 45 orang diseluruh dunia yang meninggal.

“Kullu nafsin zaa’iqatul maut”, setiap yang bernyawa akan merasakan mati (QS Ali Imran, 3 : 185). “Wa ing kullul lammaa jami’ul ladaynaa mukhdharuun”, dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada kami. (QS Yasin, 36 : 32).

Maka apa-apa yang pasti datang itu adalah dekat, meskipun seribu tahun lagi. “Kullu aatin qaaribun”, tiap-tiap yang akan datang itu adalah sesungguhnya sangatlah dekat.

Sesuai dengan hadits Nabi SAW, “Al mautu aqraabu ghaiibin yuntadzhar”, artinya mati itu paling dekat dan itu adalah sesuatu perkara yang ghaib yang dinanti-nantikan.

“Man maata faqad qaamat qiyaamatuhu”, artinya siapa yang mati maka bagi orang itu telah berdiri memasuki hari qiyamatnya.

Sebagaimana pula didalam hadits Rasulullah SAW, “Al qabru awwalu manzilin min manaziliil aakhiraati fain-nazaa minhu famaa ba’dahu ay-saru anhu wain-lam yanzu minhu famaa ba’dahu asyudda minhu”, artinya kubur itu adalah persinggahan pertama dari pada beberapa persinggahan akhirat yang akan dihadapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here