Sejarah Tentang Tasawuf (2/2)

0
244

Sampai di sini jelas, bahwa ajaran tasawuf lahir dari rahim sejarah dan laku kehidupan Nabi dan para sahabat. Tasawuf bukan sesuatu yang baru dalam agama, bukan pula diadopsi dari tradisi agama lain, seperti yang dituduhkan sebagian orang baik para orientalis maupun ilmuan muslim sendiri.

Mereka berusaha mencampuradukkan makna, maksud dan sumber tasawuf. Mereka mengaitkan tasawuf dengan unsur di luar Islam. Mereka menghubungkan tasawuf dengan spiritualisme Budha, kerahiban Kristen, atau keresian Hindu. Selanjutnya, merekapun membuat julukan-julukan baru yang tak berdasar seperti tasawuf Budha, tasawuf Hindu, tasawuf Kristen, tasawuf Persia dan lain sebagainya.

Tujuan mereka tidak lain adalah mencemarkan nama dan mengaburkan sumber ajaran tasawuf. Namun demikian, seorang mu’min yang teliti dan tulus dalam menerima kebenaran akan menolak tuduhan-tuduhan itu, dan menetapkan bahwa tidak ada tasawuf selain tasawuf Islam.

Disarikan dari kitab Haqaiq ‘an at-Tashawwuf karya Syaikh Abd al-Qadir Isa, Bab pertama At-Ta’rif bi at-Tashawwuf.


[1] Selengkapnya bisa dilihat di Ahmad Always, at-Tashawwuf min al-Wijhah at-Tarikhiyyah, dalam Majalah al-‘Asyirah al-Muhammadiyyah, Edisi Muharram, 1376 H.
[2] Aburrahman Ibn Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, Mesir: Penerbit al-Bahiah.
[3] Ini seperti yang dikutip oleh Haji Khalifah, Kasyf azh-Zhunnun ‘an Asami al-Kutub wa al-Funun, vol. 1, hlm. 414


(Mengutip artikel : TQNNews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here